Home arrow Investment Decision
Membuat Keputusan Investasi Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail



 Pertimbangan terbesar sebagai seorang investor, disamping memilih instrumen mana yang sesuai untuk anda adalah memperhatikan aspek-aspek tentang manajemen resiko, pajak dan inflasi, serta alokasi aset.

Resiko

Resiko adalah suatu kemungkinan dimana anda dapat kehilangan sebagian atau keseluruhan investasi anda, atau invstasi anda tidak menghasilkan pertambahan nilai. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seberapa besar jumlah resiko yang dapat anda toleransi, termasuk diantaranya umur anda, kondisi keluarga, pemasukan dan tujuan keuangan. Sebelum melakukan investasi, adalah sangat penting untuk mengetahui tingkat toleransi resiko:

Apakah and dapat menerima volatilitas (perubahan pergerakan) yang lebih besar untuk mendapatkan pengembalian yang lebih besar. atau Apakah anda lebih mementingkan kualitas atas mutu investasi, dengan resiko lebih sedikit?



Inflasi

Inflasi dan pajak adalah dua faktor yang selalu menjadi perhatian setiap investor. Inflasi adalah suatu ketetapan kenaikan harga barang dan jasa, dan merupakan alasan mengapa harga makanan dengan jenis yang sama hari ini dapat diperoleh dengan harga Rp1.000,-, baru akan bisa diperoleh dengan harga Rp1.100,- pada tahun depan. Untuk menghasilkan pertumbuhan akan daya beli, tingkat pengembalian yang anda peroleh harus melebihi tingkat inflasi tersebut.

Pajak

Sebagai tambahan, pajak juga harus diperhatikan. Terdapat beberapa instrumen investasi yang dikenakan pajak dan bebas pajak. Selain itu Pajak tangguhan atau ditunda. Perbedaannya cukup mendasar, akan tetapi tidak terlalu rumit.

Alokasi Aset

Alokasi aset erat kaitannya dengan penyebaran atau pembagian portfolio dari berbagai kelas aset yang berbeda. Tujuan dari alokasi asset yang efektif adalah untuk menciptakan komposisi terbaik berdasarkan tujuan investasi yang spesifik yang akan memaksimalkan potensi kinerja dengan resiko investasi yang dapat diterima. Tujuan tersebut lebih kepada pengembalian yang konsisten, rendahnya tingkat perubahan dan kesempatan yang lebih besar untuk mencapai tujuan investasi.