|
Pertimbangan terbesar sebagai
seorang investor, disamping memilih instrumen mana yang sesuai untuk anda
adalah memperhatikan aspek-aspek tentang manajemen resiko, pajak dan inflasi,
serta alokasi aset.
Resiko
Resiko adalah suatu kemungkinan
dimana anda dapat kehilangan sebagian atau keseluruhan investasi anda, atau
invstasi anda tidak menghasilkan pertambahan nilai. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi seberapa besar jumlah resiko yang dapat anda toleransi, termasuk
diantaranya umur anda, kondisi keluarga, pemasukan dan tujuan keuangan. Sebelum melakukan investasi, adalah
sangat penting untuk mengetahui tingkat toleransi resiko:
Apakah and dapat menerima
volatilitas (perubahan pergerakan) yang lebih besar untuk mendapatkan
pengembalian yang lebih besar. atau Apakah anda lebih mementingkan kualitas atas mutu investasi, dengan resiko
lebih sedikit?
Inflasi
Inflasi dan pajak adalah dua faktor
yang selalu menjadi perhatian setiap investor. Inflasi adalah suatu ketetapan
kenaikan harga barang dan jasa, dan merupakan alasan mengapa harga makanan
dengan jenis yang sama hari ini dapat diperoleh dengan harga Rp1.000,-, baru
akan bisa diperoleh dengan harga Rp1.100,- pada tahun depan. Untuk menghasilkan
pertumbuhan akan daya beli, tingkat pengembalian yang anda peroleh harus
melebihi tingkat inflasi tersebut.
Pajak
Sebagai tambahan, pajak juga harus
diperhatikan. Terdapat beberapa instrumen investasi yang dikenakan pajak dan
bebas pajak. Selain itu Pajak tangguhan atau ditunda. Perbedaannya cukup
mendasar, akan tetapi tidak terlalu rumit.
Alokasi Aset
Alokasi aset erat kaitannya dengan
penyebaran atau pembagian portfolio dari berbagai kelas aset yang berbeda.
Tujuan dari alokasi asset yang efektif adalah untuk menciptakan komposisi
terbaik berdasarkan tujuan investasi yang spesifik yang akan memaksimalkan
potensi kinerja dengan resiko investasi yang dapat diterima. Tujuan tersebut
lebih kepada pengembalian yang konsisten, rendahnya tingkat perubahan dan
kesempatan yang lebih besar untuk mencapai tujuan investasi.
|